Gedung Sate adalah suatu karya arsitektur besar, yang
berhasil memadukan langgam timur dan barat secara harmonis. Gedung Sate telah
menjadi salah satu tujuan obyek wisata di kota Bandung. Khusus wisatawan manca
negara banyak dari mereka yang sengaja berkunjung karena memiliki keterkaitan
emosi maupun history pada Gedung ini. Keterkaitan emosi dan history ini mungkin
akan terasa lebih lengkap bila menaiki anak tangga satu per satu yang tersedia
menuju menara Gedung Sate.
Gedung Sate berdiri diatas lahan seluas 27.990,859 m², luas
bangunan 10.877,734 m² terdiri dari Basement 3.039,264 m², Lantai I 4.062,553
m², teras lantai I 212,976 m², Lantai II 3.023,796 m², teras lantai II 212.976
m², menara 121 m² dan teras menara 205,169 m². Di puncaknya terdapat
"tusuk sate" dengan 6 buah ornamen sate (versi lain menyebutkan jambu
air atau melati), yang melambangkan 6 juta gulden - jumlah biaya yang digunakan
untuk membangun Gedung Sate.
Gedung Sate sejak tahun 1980 dikenal dengan sebutan Kantor
Gubernur karena sebagai pusat kegiatan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Ruang
kerja Gubernur terdapat di lantai II bersama dengan ruang kerja Wakil Gubernur,
Sekretaris Daerah, Para Assisten dan Biro.
Keindahan Gedung Sate dilengkapi dengan taman
disekelilingnya yang terpelihara dengan baik, tidak heran bila taman ini
diminati oleh masyarakat kota Bandung dan para wisatawan baik domestik maupun
manca negara. Keindahan taman ini sering dijadikan lokasi kegiatan yang
bernuansakan kekeluargaan, lokasi shooting video klip musik baik artis lokal
maupun artis nasional, lokasi foto keluarga atau foto diri bahkan foto pasangan
pengantin. Khusus di hari minggu lingkungan halaman Gedung Sate
dijadikan pilihan tempat sebagian besar masyarakat untuk bersantai, sekedar
duduk-duduk menikmati udara segar kota Bandung atau berolahraga ringan.







0 comments:
Post a Comment